Portal Berita PENGAMAT RAKYAT02/11/2026
PENGAMAT RAKYAT
Menakar kebijakan dengan cermat, membela hak rakyat dengan terhormat.
⌕
CARI BERITATemukan berita berdasarkan judul, topik, atau kata kunci
NASIONAL · 13 Oct 2026 11:59 WIB · 29 dibaca · jangkauan 29

Presiden Prabowo Kerahkan 60.177 Personel untuk Tangani Karhutla di Enam Provinsi

Presiden Prabowo Kerahkan 60.177 Personel untuk Tangani Karhutla di Enam Provinsi
Oleh Zulkarnaini · Diperbarui 01 Nov 2026 17:46 WIB

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, sebanyak 60.177 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. Penanganan saat ini difokuskan pada Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Teddy menyampaikan hal tersebut di Jakarta, pada Senin, 12 Oktober 2026 malam. Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto menerima laporan terbaru mengenai penanganan karhutla dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari yang sama.

Laporan tersebut mencakup kondisi kebakaran yang masih terjadi di enam provinsi. Total luas lahan yang masih dalam penanganan mencapai 639 hektare, terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

“Saat ini fokus utama tertuju pada dua provinsi, yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,” kata Seskab Teddy menyampaikan isi rapat terkait karhutla di Istana.

Sebanyak 60.177 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman melalui jalur darat. Mereka berasal dari pemadam kebakaran (Damkar), TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, dinas kehutanan daerah, serta unsur relawan.

Teddy menyebutkan tingkat keberhasilan pemadaman darat rata-rata mencapai lebih dari 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap hari. Upaya tersebut terus dilakukan untuk menekan penyebaran api dan mencegah munculnya titik kebakaran baru.

Selain pemadaman darat, pemerintah juga mengerahkan helikopter dan pesawat untuk melakukan pemadaman melalui udara. Salah satu metode yang digunakan ialah *water bombing*, yakni menjatuhkan air dari udara ke lokasi kebakaran.

“Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” kata Seskab Teddy.

Teddy mengatakan, kondisi penanganan karhutla di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilanjutkan untuk memastikan kebakaran tidak kembali meluas.

Pemerintah juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan. Langkah ini dilakukan seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo meminta seluruh pihak memperkuat penanganan karhutla. Pemerintah juga mengarahkan agar sumber daya yang tersedia digunakan secara optimal untuk mempercepat pemadaman dan mencegah perluasan kebakaran.

“Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,” kata Seskab Teddy.

Rapat terbatas itu dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy Indra Wijaya.

Hadir pula Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam Ekosistem Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko, yang disebut sebagai calon kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).[]

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar yang ditampilkan.